Jumat, 14 Juni 2013

1987
Dari Sebuah kehidupan keluarga kecil
Hadirlah ya Maulana
Seperti itu mereka memanggilnya.
Tak terasa 15 tahun sudah terlewati,
Seperti kehidupan normal lainnya
Namun keputusan orang tua untuk memberikan pendidikan jauh dari kota asal
Dan aku harus menetap disana,
Aku sempat berpikir, bagaimana cara berpikir orang tuaku,
Tentang bagaimana mungkin di usiaku sedini ini,
aku hidup tanpa satupun wajah yang ada dalam ingatanku
Namun apapun itu mungkin ini adalah jalan kehidupanku yang memang harus kutempuh

Sempat meneteskan air mata, saat membayangkan tangan ibuku,meninggalkan aku di kota asing.
Namun aku harus tetap berdiri, tetap mengepalkan tangan menjadi lelaki dan memang seharusnya lelaki
Inilah awal ketika kehidupan nyata dapat kulihat,
Seiring berjalannya waktu,aku bagaikan daun yang terombang ambing tanpa dahan.
Aku bertahan dengan bekal yang pada saat itu yang mungkin hanya cukup untuk 2 hari saja aku makan.
Sedangkan itu adalah bekalku untuk 1 minggu,
Kadang aku menjerit setiap malam, dinginnya alas untuk aku merebahkan diri dan perihnya perutku yang tak terisi.
Apa yang harus kulakukan, kadang aku berpikir untuk meminta lebih uang bekalku, namun aku sadar aku bukan anak semata wayang yang dibiayai orang tuaku apalagi keadaan bapaku yang tidak tentu pendapatannya.Akhirnya disamping aku mencari pendidikan.

Ketika air mata inipun jatuh kedalam (Rm ceritanya)

Sayup-sayup  bisikan angin menyentuh, menusuk apa yang ada dalam sosok yang rapuh ini.
Tak ada kata, tak ada syair,namun air mata ini jatuh kedalam
Semua hal yang telah terangkai,
Semua hal yang telah kuharapkan,
Semua hal yang telah kulukiskan
Semua Keinginan dan impian
Semua kau tepiskan
Setelah sekian lama,semua itu kita pertahankan,

Mengapa semua ini harus kita lewati,
Bila akhirnya tiada sebesar bijipun kebahagiaan.
Mungkin harus kubakar semua ini, semua hal
Sempat ku berpikir , namun apakah kau hanya membawa bisikan yang mengiris
Dan ini adalah hal tersakit dan hanya lelap tidurku yang mampu menghapus

For someone who has carved a beautiful pain

14 June 2013 ttd Rm

Minggu, 09 Juni 2013

Bersyukur senantiasa

Puji Tuhan, saya sudah melewati kwartal pertama 2013 dengan baik, dengan pertolongan kasih Nya yang melimpah, semua kesulitan dalam pekerjaan dapat diatasi.
Pembayaran perbaikan TN-100 di Balikpapan sudah diselesaikan, walau terkena potongan denda sebesar 5 %. Dan persoalan di Indocement, masih berlanjut, setelah diketahui bahwa GA-100 bermasalah, dan dipinjamkan GA-100 dari Mitsubishi (loan unit), Indocement mengajukan criteria acceptance AQF-IC. Menurut saya terlalu berat, dan melalui perdebatan yang cukup sengit, dengan Pa Aldy, dari QARD Indocement, dibuat perubahan kriterianya, yang akan diajukan ke Saito-san.
Saya masih menunggu keputusan dari beliau.Semoga pada bulan Juli awal semuanya sudah dapat mulai dikerjakan.

Ada satu hal yang tak pernah saya duga sebelumnya adalah resignnya PM pa Nathan, dimana beliau yang memberikan terobosan dan harapan baru buat Hilab.
Kebijakan terakhir yang memberikan saya kenyamanan dalam bekerja adalah saya diizinkan pulang lebih awal, bila saya perlu atau dalam kondisi fisik saya kurang baik.

Patut disyukuri, bahwa melalui dana pinjaman, Kevin dapat melanjutkan studi S2 di Binus,Magister Teknik Informatika, mulai September 2013, setelah test Toefl-nya memenuhi persyaratan lebih besar dari 475 (590), angka yang lumayan tinggi, dimana nilai tertinggi Toefl adalah 677. IPK Kevin 3.27 ,diatas 3.0 sehingga tidak perlu ujian saringan masuk lagi,Test prestasi akademik.
Dea juga mendapat nilai UAS semester 6 ini yang lumayan baik, diperkirakan IPS yang didapat lebih besar dari 3.0. Dan besok Senin, 10 Juni, Dea menghadapi sidang pre-skripsi dengan judul Ekstraksi anti oksidan dari daun Physalis angulata, Ceplukan dengan air sub kritis.

Selama tahun 2013, saya tidak pernah lagi sakit vertigo, puji Tuhan, segala sakit penyakit sudah ditanggung Yesus di kayu salib.

Banyak hal lain yang membuat saya harus bersyukur, dimana saya dapat menulis ini, juga karena kebaikanNya yang memampukan saya untuk menuliskan semuanya.

Rabu, 19 Desember 2012

Ingin cepat pulang, go home quickly....

Ketika hari masih siang, apa perlu bergegas-gegas untuk pulang ?Ada apa gerangan, home sweet home ?
Entah mengapa ada satu beban yang dirasakan untuk cepat-cepat berada di rumah....
Di kantor benar-benar sleepy, padahal belum jam 2 siang, tidak ada tugas yang harus dikerjakan.
Padahal keadaan rumah, dirty dan dusty, ha...ha... sudah hampir satu minggu tidak bebersih, maklum pergi kantor pagi sekali jam 05.45 pulang sudah jam 19.30....

Selama ini kebersihan rumah sudah menjadi tanggung jawab saya, tapi saya kadang tidak disiplin , maklum saya suka malas kalau bekerja sendirian.

Menjelang Akhir tahun kerja 2012

Tidak terasa sudah hampir mengakhiri tahun kerja 2012,2 hari lagi (21 Desember 2012)
Hari ini ada acara makan malam bersama semua rekan sekerja di daerah Pacenongan, yang terkenal dengan wisata kuliner, yaitu Restoran Pondok Laguna.
Saya bersyukur bahwa selama setahun ini semua masalah dalam pekerjaan dapat diselesaikan, walaupun ada beberapa yang belum tuntas seperti di Indocement dan Pertamina Balikpapan.
Saya percaya ada satu oknum yang senantiasa menolong saya, di kala saya mendapat kesulitan.
Apapun yang saya lakukan, biarlah semuanya mengekspresikan kehadiran Tuhan dalam nama Tuhan Yesus, yang membuat saya naik terus dan menjadi kepala bukan ekor.....
Menjelang akhir tahun 2012, saya menghadapi situasi yang tidak nyaman, karena dalam training karyawan baru, saya tidak berhasil membuat mereka lebih tahu atau mengerti tentang produk yang dijual.
Saya menyadari bahwa saya belum dapat menjadi guru yang baik bagi mereka, sehingga nama saya lebih sesuai dengan Sukardi (sukar dimengerti), ha...ha..ha...
Saya belum dapat membuat suatu presentasi yang baik ataupun metoda pengajaran yang baik buat mereka...

Sabtu, 01 Desember 2012

30 Nopember 2012



30 Nopember 2012
Pagi  ini matahari bersinar terang, setelah semalam hujan deras menimpa kota hujan.
Entah mengapa hati ini tidak ada sukacita, ada satu beban yang menyesakkan dada.
Padahal semalam tidur cukup dan semua baik-baik saja.
Saya mendapat tugas untuk memasang GA-100 baru pada CIC di Indocement, yang sudah hampir 2 tahun tapi hasil presisi belum memuaskan.
Seperti rombongan wisata , maka kami berangkat bersama team sales dan pengantar logistic. Berangkat sudah jam 10, sehingga sampai di Indocement sudah jam sholat Jum’at.
Maka saya berinisiatip untuk mengantarkan rombongan ke PPLI dan Holcim lewat arah Nambo, untuk menghindari kemacetan di Gunung Putri. Sebelum mereka melaksanakan sembahyang Jum’at, saya  bersama mereka makan siang. Menunya adalah soto ayam, kemudian tidak berapa lama saya merasakan ada gigi yang patah ketika menggigit bagian yang sedikit keras. Dan benar gigi seri atas sebelah kanan patah/lepas, saya keluarkan dari mulut saya.Saya membeli lem untuk menempelkan kembali gigi yang lepas itu, sementara mereka sembahyang Jum’at.Kemudian saya mengikuti team Sales menawarkan produk Hilab, ketika pengantar menyerahkan pesanan barangnya. Semua berjalan lancar, walau masih ada spare-part yang kurang, yang segra akan dilengkapi sesuai PO nya.Tepat jam 15.30 rombongan tiba di Indocement, saya belum sempat memasang GA-100. Dan saya menerima telepon dari bos yang marah-marah kenapa tidak langsung ke Indocement untuk segra memasangnya.Maka saya bilang bahwa saya akan memasangnya besok Sabtu 1 Desember 2012 untuk itu saya mendapat OFF 1 hari,yang akan saya ambil nanti tanggal 21 Desember 2012. Kemudian pada waktu saya mau turun dari kendaraan, celana saya tersangkut per jok yang mencuat keluar, sehingga jahitan di bagian pantat robek, maklum celana yang saya pakai adalah celana yang saya pakai waktu menjadi penganten, jadi sudah hampir 23 tahun usianya. Saya ke Sukamulya untuk menjahit bagian yang robek. Setelah selesai saya pulang naik bus Trans Pakuan dalam keadaan hujan rintik-rintik, waktu turun payung saya tertinggal di lantai bus.
Hari ini, ada 4 kejadian, diawalinya dengan hati yang kurang bersukacita:

1. Satu gigi seri bagian atas sebelah kanan lepas.
2. Dimarahi bos.
3. Celana robek di bagian pantat.
4. Payung tertinggal di bus.

Saya belajar untuk mengucap syukur atas kejadian ini, saya harus tetap fokus dan berpengharapan bahwa Tuhan sudah mengatur sempurna setiap langkah hidup saya dan ada dalam genggamanNya. Amin

Selasa, 06 November 2012

Hari- hari yang berarti

Hari-hari yang kujalani,
Menjadi berarti, karena Mu.
Walau kadang 'ku tak mengerti,
Engkau selalu ada bila 'ku perlu

Terima kasih atas penyertaanMu,
Terima kasih atas pimpinanMu,
Terima kasih atas hari-hari yang Kau beri,
Terima kasih atas berkat dan rahmat ilahi.

Bukanlah berkat-berkat Mu,
Bukan pula kuat kuasaMu,
Hanya Kau yang 'ku perlu,
Hanya Kau yang 'ku rindu.

Kau yang selalu ada dalam hati,
Kau yang selalu ada dalam akal budi,
Kau yang selalu ada dalam jiwa,
Seperti ranting yang melekat pada pokoknya